Pacaran Islami ???
Gak Kaleeee....!!!!“Hari gini nggak punya pacar??kuper!!!”
Begitu kata orang
zaman sekarang. Nggak terkecuali, muda mudi islam pun ikut meramaikan fenomena
yang sebenarnya merupakan imbas dari liberalisme dan sekularisme ini. Bagaimana
tidak? Acara-acara TV, program-progrma radio, serta media masa lainnya ikut berkontribusai
dalam melegalkan budaya yang diimpor dari barat ini. Ditambah lagi, syaithan
juga ikut melambai-lambaikan panji syaheat kepada musuh abadinya: Bani Adam.
Padahal kita semua
mesti tahu bahwa islam punya aturan sendiri dalam pergaulan antara laki-laki
dan perempuan yang harus diindahkan. Kalo nggak, ya tanggung sendiri akibatnya
kelak.
Salah satu aturan
terbesar yang digariskan oleh allah yang maha bijaksana adalah : “ dan janganlah kalian mendekati zina,
sesungguhnya hal itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” [Q.S. al-isra : 32]. Kata Ibnu Kautsar (w.774H)
allah disini melarang zina dan mendekatinay, yakni melakukan sebab-sebab dan
faktor yang bisa menjuruskan kepada zina. Nah mendekati saja dilarang, apalagi
sampai melakukannya. Faktanya, betapa banyak pemuda-pemudi yang pacaran yang
ujun-ujungnya zina dan diakhiri dengan MBA (marriage
by accident, nikah karena ‘kecelakaan’ alias hamil diluar nikah). Dengan
melihat fakta ini, jelas dong kalau pacaran itu nggak boleh dalam islam.
Nggak Cuma
memperantarai maksiat, dalam pacaran itu sendiri banyak didapati didalamnya
maksiat. Sering kita lihat di jalan-jalan dan ditempat publik seseorang
menggenggam tangan perempuan tanpa ikatan pernikahan. Padahal hal ini dilarang
oleh rasulullha lho. Rasulullah bersabda ; “ sungguh, ditusuk kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari
besi labih baik daipada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” [H.R. Ath-Thabarani, Dishahihkan Oleh Syaikh
Al-Albani].
Di sisi lain,
berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram tidak boleh lho. Rasulullah
mengancam orang melakukan perbuatan ini : “ sungguh,
tidaklah seorang laki-laki berduaa dengan seorang perempuan, kecuali yang
ketiganya adalah syaithan.” [H.R.
At-Tarmidzi, Dishahihkan Oleh Syaikh Al-Albani].
Sobat, itu tdai
dosa yang bisa dipanen ketika coba-coba
bermain-main dengan pacaran. Intinya, pacaran dan dosa itu sudah satu
paket. Nah lo, mau?
Bukan Jomblo Biasa
Nah, dilatari hal
di atas, sebagai remaja muslim, sudah
sepantasnya kamu melestarikan status ‘jomblo’ kamu sebelum menikah. Nggak perlu
malu dikatain kuper, nggak laku, atay bahkan gak normal. Cuek aja lagi. Orang
ngelakuin maksiat aja gak malu ngelakuin maksiat, kamu yang melakukan ketaatan
harusnya nggak malu dong. Yang penting, allah tahu bahwa kamu meniggalkan
pacaran hanya karena cin ta kepada-nya.
Lagian, orang yang
jomblo cenderung lebih berprestasi lho daripada orang pacaran. Kenapa? Karena
orang yang jomblo biasanya lebih bisa fokus daripada orang yang pacaran. Orang
yang pacaran biasanya fokus kepada pasangannya saja. Dia paling tahu warna
favorit, makanan favorit, honi, dan tetek bengek mengenai sang pacar. Giliran
dia ditanya soal pelajaran , nggak tahu apa-apa. Makanya, nggak logis kalau
pacaran diklaim sebagian orang bisa memberi semangat belajar. Justru pacaran
bisa menggembosi semangat kamu.
Ta’aruf vs Pacaran
Lho, terus
bagaimana caranya kta mengetahui calon pasangan kalau tidak boleh pacaran?
Berarti kita seperti beli kucing dalam karung dong? Sobat, syariat ini sudah
sempurna. Hal ini sudah diatur dalam agama kita. Bagaimana caranya? Ta’aruf
jawabannya.
Apa sih ta’aruf
itu? Ta’aruf adalah mengenal calon pasangan tanpa
melewati hal-hal yang tidaj diperbolehka agama. Ta’aruf
dilakukan melalui pihak ketiga yang amanah dan terpercaya. Orang ingin mencari
pasangan bertanya kepada orang yang mengenal calon pasangannya, bukan
berkenalan langsung dengan calon pasangannya. Hal ini pernah dilakukan oleh
seorang sahabat wanita, Fathimah binti Qais. Beliau berkata kepada Rasulullah “ wahai
Rasulullah, sesungguhnya Mu’awiyah dan Abu Jahm melamarku’ rasulullah pun
mengatakan, “adapun Abu Jahm, dia tidak pernah meletakkan tongkat dari
tangannya (sering memukul atau sering melakukan perjalan jauh, ed.) sedangkan Mu’awiyah,
dia miskin tidak memiliki harta.” [H.R.
muslim]
Dalam
ta’aruf juga diperbolehkan melihat fisik wanita yang hendak
kita lamar. Hal ini dinamakan dengan nazhar. Namun, tentu saja tidak semua
fisik wanita tersebut bisa kita lihat. Kata sebagian ulama, batasan yang boleh
dilihat adalah anggota wudhu saja. Tapi, melihat kepada fisik calon pasangan
pun tidak boleh berlama-lama karena tujuan dari hal ini hanyalah sebatas agar
mantap dalam memilih pasangan, bukan untuk menikmati memandang wanita yang
bukan mahram. Rasulullah bersabda kepada seorang sahabat yang hendak melamar
seorang wanita , “ lihatlah dia, karena
hal itu lebih bisa membuat langgeng
antara kalian berdua.” [H.R. Ahmad, At-Tarmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah,
Dishahihkan Oleh Syaikh Al-Albani]
Nah, dari sini dipahami, tidak benar
orang-orang yang memahami bahwa pacaran sama dengan ta’aruf. Ta’aruf nggak boleh
disertai dengan syahwat dan hal-hal yang tidak diperbolehkan syariat, allahu a’lam bish shawab. [abdrhmn]
sumber :
sumber :
(dikutip dari : majalah Tashfiyah edisi 10 hal :58)
Mantap bro....
BalasHapuslanjutkan tulisannya.....